Tiga Tips Olah Limbah Kain Jadi Peluang Usaha

3
975

Bagi mayoritas penjahit, kain perca sering dianggap sebagai limbah. Sisa-sisa potongan dari kain yang bentuknya tak beraturan kerap menyulitkan mereka untuk mengolah. Di tangan Komunitas Pelangi Nusantara (Pelanusa), kain perca bisa diolah menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Ada beberapa tips yang dibagikan mereka untuk bisa meniru hal tersebut. Berikut rangkumannya.

1. Tentukan ide.

Penting untuk menentukan jenis dan tema produk yang akan diproduksi. Seperti mengkategorikan warna cerah untuk segmen anak muda atau warna kalem untuk orang tua.

2. Perbanyak referensi.

Ada bisa memanfaatkan youtube untuk mencari inspirasi cata. Seperti cara membuat keset dari kain perca. Atau membaca buku tentang teknik menjahit dan mengkombinasikan warna yang cantik.

3. Persiapkan alat dan bahan.

Baik kain perca maupun alat menjahit, gunting, dan beberapa alat penting lainnya harus sudah tersedia sebelum bekerja. Akan lebih baik, jika anda sudah memiliki kenalan atau kerjasama dengan konveksi atau penjahit. Sehingga akan mempermudah anda dalam mendapatkan kain perca.

Ada banyak kelebihan yang bisa didapat karena mengkreasikan kain perca ini menjadi produk berguna. Salah satunya yakni pengeluaran modal yang sedikit namun untung bisa banyak. Namun ada juga beberapa hal yang perlu dikhawatirkan. Misalnya pesaing di bidang ini yang semakin kompetitif. Sehingga perlu kreasi dan inovasi dari perajinnya.
Sementara untuk strategi pemasaran, Marketing Officer Komunitas Pelanusa, Ratna Handayani, menyebut bila saat ini banyak sekali e-commerce yang bisa dimaksimalkan. Untuk memiliki akun di salah satu e-commerce juga cukup mudah. ”Hanya perlu kedisplinan, contoh jam upload. Kesabaran membalas chat atau komplain customer. Serta yang pasti selalu upgrade, baik itu dari desain tampilan berjualan hingga packing produk yang akan dikirimkan. Karena itu mempengaruhi kepuasan penjual,” pungkas Ratna. (ida/put)

Bagi mayoritas penjahit, kain perca sering dianggap sebagai limbah. Sisa-sisa potongan dari kain yang bentuknya tak beraturan kerap menyulitkan mereka untuk mengolah. Di tangan Komunitas Pelangi Nusantara (Pelanusa), kain perca bisa diolah menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Ada beberapa tips yang dibagikan mereka untuk bisa meniru hal tersebut. Berikut rangkumannya.

1. Tentukan ide.

Penting untuk menentukan jenis dan tema produk yang akan diproduksi. Seperti mengkategorikan warna cerah untuk segmen anak muda atau warna kalem untuk orang tua.

2. Perbanyak referensi.

Ada bisa memanfaatkan youtube untuk mencari inspirasi cata. Seperti cara membuat keset dari kain perca. Atau membaca buku tentang teknik menjahit dan mengkombinasikan warna yang cantik.

3. Persiapkan alat dan bahan.

Baik kain perca maupun alat menjahit, gunting, dan beberapa alat penting lainnya harus sudah tersedia sebelum bekerja. Akan lebih baik, jika anda sudah memiliki kenalan atau kerjasama dengan konveksi atau penjahit. Sehingga akan mempermudah anda dalam mendapatkan kain perca.

Ada banyak kelebihan yang bisa didapat karena mengkreasikan kain perca ini menjadi produk berguna. Salah satunya yakni pengeluaran modal yang sedikit namun untung bisa banyak. Namun ada juga beberapa hal yang perlu dikhawatirkan. Misalnya pesaing di bidang ini yang semakin kompetitif. Sehingga perlu kreasi dan inovasi dari perajinnya.
Sementara untuk strategi pemasaran, Marketing Officer Komunitas Pelanusa, Ratna Handayani, menyebut bila saat ini banyak sekali e-commerce yang bisa dimaksimalkan. Untuk memiliki akun di salah satu e-commerce juga cukup mudah. ”Hanya perlu kedisplinan, contoh jam upload. Kesabaran membalas chat atau komplain customer. Serta yang pasti selalu upgrade, baik itu dari desain tampilan berjualan hingga packing produk yang akan dikirimkan. Karena itu mempengaruhi kepuasan penjual,” pungkas Ratna. (ida/put)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here