Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) resmi lakukan investasi ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun. Hal ini diyakini akan memuluskan langkah operator seluler tersebut untuk mengeruk pendapatan baru dari layanan digital.

Chief Marketing Officer Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi mengatakan dengan berinvestasi ke Gojek, Telkomsel berpeluang memperluas layanan dan mengembangkan ekonomi baru. Terlebih, mereka memiliki basis pelanggan terbesar dengan infrastruktur telekomunikasi yang paling matang dibandingkan dengan operator seluler lainnya.

baca juga: Kontribusi Ekonomi Digital Indonesia Capai US$44 Miliar, Ini Alasannya!

Sayangnya, Telkomsel tidak memiliki aplikasi atau perangkat lunak yang andal. Telkomsel belum bisa memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang telah terbangun.

Sebelumya dalam acara Indonesia Industri Outlook 2021 beberapa waktu lalu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto memprediksi sumber pendapatan ke depan adalah dari pendapatan digital karena adopsi digital naik. Industri telekomunikasi cukup berat untuk meraup pendapatan dari digital karena berangkat dari bawah atau penggelaran jaringan konektivitas.

Ekonom: Investasi Telkomsel di Gojek Perkuat Bisnis Digital | Republika  Online

Sebagai perusahaan telekomunikasi, sebutnya, Telkomsel akan terus memperkuat konektivitas. Didiukung dengan peluang berkolaborasi untuk masuk ke ekosistem platform dan layanan digital.

“Memang bisa bangun [platform dan layanan digital] sendiri tetapi sulit. Pertama, bangunnya lama. Kedua, jika memakai uang sendiri, sulit karena kita cari duit dari ‘tanah’ mereka dari awan,” kata Setyanto.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan Setyanto belum menjelaskan secara detail alasan perseroan berinvestasi ke Gojek.

Sumber: bisnis.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here