ekonomi kreatif
Tani group ilustrasi. (ekonomibisnis.com)

Bidang usaha yang menuai berkah di tengah pandemi juga tak melulu yang berhubungan dengan kebutuhan primer, tetapi juga kebutuhan sekunder dan tersier. Platform TaniHub menjadi salah satu perusahaan rintisan agrikultur yang merasakan kenaikan penjualan di bidang kebutuhan pokok.

CEO TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan mengungkapkan bahwa penjualan buah, sayur, sembako, dan hasil tani lainnya di TaniHub Grup secara konsolidasi meningkat 20 persen selama masa pandemi Covid-19.

Jika diperinci, terdapat peningkatan signifikan pada penjualan ke pembeli individu & rumah tangga yakni 145 persen pada periode Februari–Maret 2020 dan lebih dari 100 persen pada April.

Baca juga : Tren Perilaku Konsumen Selama Pandemi Covid-19

“Produk tanaman herbal dan produk yang bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh juga mengalami lonjakan besar,” katanya, Kamis (30/4).

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, pengguna baru aplikasi TaniHub tercatat bertambah lebih dari 85.000 pengguna.

Sepanjang Maret-April 2020, Platform belajar online Quipper Indonesia telah membuka 45.000 kelas online yang dibuat oleh 17.500 guru dari 7.500 sekolah dengan total 3.300 siswa, naik lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan bulan biasa.

Berkah serupa juga diperoleh Kidav Frozen Foods. Penyedia makanan mencatat peningkatan omzet sebesar 100 persen dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp60 juta.

Restoran pesan antar daging beku untuk barbekyu Genkuro juga menorehkan omzet harian sebesar Rp6 juta hingga Rp10 juta, sedikit lebih tinggi dari sebelum pandemi.

Pembelian konsumen pun mulai bergeser dari produk-produk yang sifatnya keinginan menjadi produk-produk yang sifatnya kebutuhan. Permintaan tertinggi umumnya ada di produk-produk sehari-hari, groceries, dan produk kesehatan seperti vitamin serta pencegahan penyakit.

Sumber : entrepreneur.bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here