ekonomi kreatif

Bisnis.com, JAKARTA – Gojek dan Tokopedia dikabarkan telah sepakat untuk melakukan merger. Kini manajemen kedua perusahaan dikabarkan sedang meminta persetujuan dari para investor dan pemegang saham masing-masing perseroan.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (9/4/2021), salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, manajemen Tokopedia dan Gojek telah sepakat mengenai persyaratan dan ketentuan merger dari kedua perusahaan.

Kini tahap selanjutnya dari proses merger adalah meminta izin kepada para pemegang saham masing-masing perusahaan.

baca juga: Tokopedia Gencar Hadapi Sosial Commerce Dan Terus Bantu Pegiat Usaha Khususnya UMKM

Seperti diketahui, kedua pionir teknologi Indonesia ini memiliki beberapa investor yang sama. Sebut saja Google, Temasek Holdings Pte, dan Sequoia Capital India. Tokopedia juga didukung oleh Alibaba Group Holding Ltd., yang memiliki unit e-commerce sendiri di kawasan tersebut yakni Lazada.

Sebbelumnya, seperti dilaporkan oleh Crunchbase yang dikutip Bisnis pada Kamis (1/4/2021), Gojek diketahui menempuh jalur akuisisi terhadap Tokopedia, yang merupakan platform marketplace, dengan nilai yang tidak diungkapkan (undisclosed) pada 9 Maret 2021.

Pada awal Maret 2021, Tokopedia dan Gojek dikabarkan telah menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA) terkait dengan perjanjian merger kedua perusahaan.

Nantinya, pemegang saham Gojek akan memiliki 60 persen saham di entitas hasil merger tersebut. Sementara itu, sisanya 40 persen akan dimiliki Tokopedia. Selain itu, perusahaan teknologi raksasa itu akan mencatatkan sahamnya terlebih dahulu di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika demikian, entitas hasil merger Gojek-Tokopedia akan menjadi perusahaan terbesar ketiga setelah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dalam hal kapitalisasi pasar di BEI.

Menurut catatan Bisnis, salah satu skenario yang dibahas adalah menggabungkan kedua perusahaan sebelum secara bersamaan mencatatkan mereka di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Namun, skema lain adalah mendaftarkan Tokopedia di Jakarta terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan Gojek sebelum mendaftarkan entitas gabungan di AS.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here