properti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah disarankan mengamankan harga tanah di ibu kota baru dan sekitarnya di Kalimantan Timur untuk penyediaan zona rumah terjangkau bagi masyarakat.

“Seharusnya harga tanah bisa dipatok untuk zona rumah rakyat sehingga dari masalah perumahan bisa teratasi. Sedangkan yang lain bisa dikerjasamakan dengan pengembang. ” kata Ali Tranghanda, pengamat bisnis properti dari Indonesia Property Watch, pada Jumat (9/4/2021).

baca juga: UU Belum Ada, Bisakah Istana Negar di Ibu Kota Baru Dibangun?

Dia juga menyarankan sebagian besar lahan kawasan ibu kota negara (IKN) dikuasai pemerintah. Menurut Ali, hal itu penting agar perencanaan dan penataan ibu kota baru tersebut lebih bagus dan tertata.

Sebelumnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan pembangunan properti yakni rumah dan kantor di IKN berpeluang mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 0,2 persen per tahun.

Pembangunan IKN juga akan mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan dan investasi.

baca juga: Intip Rancangan Pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Baru

Bappenas mencatat pembangunan IKN bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong investasi setelah pandemi. Namun dengan syarat pembangunan dilakukan setelah pandemi dapat dikendalikan dengan menurunkan pertambahan kasus positif corona.

Salah satu cara investasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui pembangunan sarana perumahan dan perkantoran di IKN.

2021, diperlukan total investasi sekitar Rp5.817,3 triliun hingga Rp5.912,1 triliun. Sementara itu, realisasi investasi pada 2020 sebesar Rp4.897,78 triliun karena ekonomi terkontraksi.

Pada 2021, Bappenas mencatat dibutuhkan tambahan investasi sebesar Rp919,5 triliun hingga Rp1.014,32 triliun dari 2020. Hal ini agar ekonomi dapat tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here