ekonomi kreatif

KUMPARAN – Walau memicu krisis ekonomi bangsa, pandemi virus corona atau COVID-19 rupanya turut andil besar dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional, khusus e-commerce.

Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesar Rp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020. Data tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno menjadi bukti sektor ekonomi kreatif mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Sandiaga Uno Sebut EkonomI Kreatif Sumbang Rp 1.100 T ke PDB RI (1)

“Industri kreatif memang dihantam krisis, orang yang bermental kreatif akan mampu beradaptasi dengan situasi apa pun,” ungkap Sandi dalam siaran tertulis pada Senin (18/1).”Pariwisata dan performing art yang paling terdampak, namun ekonomi kreatif punya DNA survival yang sangat-sangat luar biasa. Dan DNA survival ini yang paling penting, yaitu DNA kreativitas itu sendiri,” tambahnya.

baca juga: Sandiaga Uno Tunjuk Dino Patti Jalal Sebagai Penasihat Utama Kemenparekraf

Selama pandemi COVID-19, industri digital kian berkembang, khususnya Digital Startup dengan sejumlah produk kreatif di dalamnya. Hingga kini, tercatat ada sebanyak delapan juta usaha ekonomi kreatif di Indonesia. Bahkan Indonesia kini didaulat sebagai negara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Sebagai urutan ketiga dunia, Indonesia memiliki potensi untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian kita,” jelas Sandi.

baca juga: Menparekraf Kembangkan Wisata Mangrove di Kepulauan Seribu dengan Spot Instagramable

“Sumbangan ekonomi kreatif pada PDB Indonesia 2020 Rp 1.100 triliun, data dari Focus Economy Outlook 2020,” paparnya.Tidak hanya itu, berdasarkan data, tiga dari 17 sub sektor ekonomi kreatif dibanggakannya menjadi penyumbang terbesar struktur PDB dan ekspor seperti fashion, kuliner, dan kriya.

Peringkat pertama diduduki kuliner dengan perolehan terbesar, yakni sebesar 41 persen, sedangkan fashion berkontribusi sebesar 17 persen dan kriya sebesar 14,9 persen.

Sumber: kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here