ekonomi kreatif

Liputan6.com, Jakarta – Pandemi corona Covid-19 membuat kebiasaan berbelanja masyarakat berubah. Jika sebelumnya dilakukan secara langsung, kini lebih banyak belanja online.

“Untuk bisnis kami pada 2020 itu cukup bagus dengan peningkatan sekitar 2,5 kali dibandingkan periode sebelumnya. Jadi, kita optimis juga pada 2021 ini kita bisa tetap tumbuh, termasuk kolaborasi dengan Central,” ujar VP Fashion Muslim, Logam Mulia dan Blibli Hasanah, Desey Muharlina Bungsu, dalam konferensi pers Central Festive Ramadan 2021 secara daring, Kamis, 8 April 2021.

Sejumlah retailer ikut menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, seperti Central Department Store yang telah ada sejak 2014 lalu. Menyambut Ramadan, peritel itu berusaha memanjakan para pelanggannya dengan layanan Central at Your Home dengan menggandeng Blibli.com.

“Tahun ini adalah tahun kedua kita akan menyambut bulan Ramadan di tengah situasi pandemi. Tanpa kita sadari, situasi ini juga membuat kita menjadi semakin kuat, semakin kreatif, dan inovatif,” kata Direktur Central Departement Store, Hedy Djaja Ria.

Hedy menambahkan, pandemi yang terjadi membuat Central memperkuat omni channel-nya, yang telah dimulai sejak 2018. Pertama kali mereka meluncurkan layanan berbelanja lewat WhatsApp.

“Selain layanan Central at Your Home, di mana pelanggan bisa memesan barang, dan drive thru di lobi kami. Untuk pelanggan yang masih belum berani keluar rumah, kami menyediakan layanan Central Home Personal Shopper. Jadi, customer bisa langsung mencoba produknya di rumah mereka,” kata Hedy.

Koleksi Ramadan

Untuk kolaborasi dengan Blibli, Central menggelar Central Festive Ramadan. Program tersebut meluncurkan koleksi fesyen dari desainer lokal.

Dalam kesempatan itu, berlansung showcasing koleksi Ramadan. Beberapa label busana muslim yang tampil di antaranya Anggia Handmade, Cultura by Yusak Maulana, Kami, Muhammad Bayu, Onil-san, Rosie Rahmadai, Vivi Zubedi, dan lain-lain.

“Koleksi 2020-2021 ini, Anggia memang agak berbeda sedikit. Biasanya menghadirkan bunga-bunga, tapi sekarang mau agak beda sedikit agar lebih simpel agar bisa masuk ke segala umur motif-motifnya. Sekarang detail geometris,” ujar Anggia dari Anggia Handmade.

Anggia mengatakan produknya berbahan katun sehingga mudah menyerap keringat. Secara keseluruhan, Anggia menyebutkan konsep koleksinya bernama gallant.

Gallant┬áitu bermkan ketangguhan atau kegagahan dalam menghadapi sesuatu, seperti pandemi. Jadi, bisa melewati masa ini penuh dengan keberanian,” tutur Anggia.

Sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here