properti

RumahCom – Potensi pasar yang besar dari kalangan milenial harus dipersiapkan terlebih memasuki era bonus demografi. Karena itu pengembang PT Intiland Development membuat program khusus untuk mengedukasi kalangan milenial terkait industri properti.

Hampir semua perusahaan developer bahkan berbagai industri lainnya menjadikan kalangan anak muda milenial sebagai target utama yang disasar. Besarnya segmen anak muda ini disebut sebagai bonus demografi di Indonesia. Sehingga bisa menciptakan sebuah segmen pasar yang sangat potensial untuk melepas berbagai produk termasuk produk properti.

Melalui program ini, Intiland dekati kaum milenial sosialisasikan investasi  properti | Properti

Hanya saja untuk sektor properti, generasi milenial kerap disebut tidak mementingkan hunian dan lebih memilih sewa. Hal ini karena mayoritas kalangan ini memiliki lifestyle maupun pola pikir jangka pendek. Sehingga lebih mementingkan aktivitas sehari-hari seperti kongkow, traveling, maupun memenuhi kebutuhan konsumtif lainnya.

Karena itu menurut Theresia Rustandi, Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, kalangan milenial ini harus diedukasi mengenai pentingnya mempersiapkan produk properti. Intiland meluncurkan program Youth Panel dan I AM (investasi anak muda) Community.

Kinerja Positif, PT Intiland Development Tbk Cetak…

“Youth Panel dan I AM Community ini merupakan program CSR Intiland yang disiapkan sejak dua tahun lalu. Tujuannya untuk memperkenalkan sektor properti kepada anak muda kalau sektor ini bukan sekadar jual-beli-sewa tapi lebih luas lagi. Kita ingin anak-anak muda  ini mendapatkan pengetahuan maupun wawasan yang cukup mengenai industri properti. Sehingga mereka bisa mempersiapkan menjadi investor properti atau bahkan jadi pengembang nantinya,” ujarnya.

Program Youth Panel dan I AM Community ini akhirnya menjadi langkah strategis perusahaan untuk terus membangun dan mengembangkan industri properti secara berkelanjutan. Ini juga bisa menjadi kesempatan yang luas khususnya bagi anak-anak muda untuk terus bereksplorasi, mencari benefit-benefit yang luas dari sektor properti, hingga anggapan selama ini kalau properti sulit, mahal, dan lainnya bisa terus terkikis dan anggapan anak muda cuek properti bisa terpatahkan.

Sumber: rumah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here