Sumber Apartemen Berita Properti - Rumah123.com

Pasar properti apartemen mengalami stagnansi pada semester I/2020, lantaran laju penjualan relatif sama dengan akhir tahun lalu. Hal ini diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19.

Associate Director Strategic dan Consultancy Knight Frank Indonesia Donan Aditria mengatakan kondisi ekonomi nasional yang melemah memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat secara umum.

Di tengah pandemi, sektor hunian vertikal, apartemen strata (kondominium) tercatat memiliki pertumbuhan positif di awal tahun.

“Shelter atau hunian sebagai kebutuhan dasar individu menjadi hal yang tidak bisa dielakkan meski di tengah pandemi, terutama untuk perencanaan pembelian yang telah matang disusun sebelum ini,” ujarnya, akhir pekan ini.

Dia menuturkan pasar penjualan strata apartemen (kondominium) tetap menantang sampai saat ini. Menurutnya, para pengembang terus beradaptasi dengan berbagai promo penjualan.

Baca Juga : Kolaborasi Pengembang Properti Siasati Penjualan Saat Pandemi

Penurunan Suku Bunga

Dia mengatakan, penurunan suku bunga diharapkan mampu memberi stimulus pada tingkat penjualan strata apartemen ke arah yang lebih positif dengan segmen pasar yang menjadi unggulan saat ini.

“Pasar penjualan strata apartemen tetap menantang di tengah penjualan yang stagnan cenderung menurun. Tingkat penjualan stagnan dan relatif sama di kisaran 95,4 persen di semester I tahun ini,” katanya.

Donan memprediksi, masih akan ada pasokan baru hingga tahun 2024, sementara pada saat yang sama harus bersaing dengan pasar sekunder kondominium. Sekitar 47.408 unit baru diharapkan memasuki pasar antara tahun 2020 sampai 2024.

“Sementara itu, 13.887 unit dijadwalkan selesai tahun ini. 79,39 persen dari total pasokan baru terletak di area non CBD,” ucapnya.

Hingga semester I tahun ini terdapat pasokan eksisting yang meningkat 2,4 persen atau sebesar 5.120 unit menjasi 217.845 unit apartemen. Adapun kumulasi permintaan meningkat 2,2 persen menjadi 207.825 unit dari sebelumnya 203.285 unit.

Stok Eksisting

“Saat ini stok unit eksisting di kelas menengah terdapat 41,9 persen, sedangkan untuk pasokan baru dari kelas menengah terdapar 35,7 persen atau sejumlah 16.945 unit,” tuturnya.

Donan menuturkn penjualan tertinggi di semester 1 tahun 2020 ini dari pasokan eksisting terdapat pada segmen middle.

Lalu untuk penjualan tertinggi dari pasokan baru terdapat pada segmen upper dan lower middle masing-masing di kisaran 70,8 persen.

“Tingkat rerata penjualan pasokan baru berada di angka 59,8 persen,” katanya.

Donna menambahkan secara umum, rerata harga jual mengalami penurunan dimana sebesar 2,04 persen menjadi Rp36,4 juta per meter persegi.

Saat ini berbagai penawaran promosi ditawarkan pengembang untuk menggerakan penjualan mulai dari program 0 persen uang muka.

Sementara itu, Senior Director Leads Property Darsono Tan berpendapat saat ini untuk pasar kondominium akan sama dengan pasar perumahan yakni masih akan mengalami tekanan.

“Kami prediksi tidak akan ada launch proyek baru sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

Hal itu dikarenakan semua devoloper masih dalam posisi wait and see mengenai dua hal yakni pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi Inddonesia.

Namum demikian, beberapa pengembang apartemen sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menurunkan jumlah DP yang tadinya 20 persen.

Selain itu, masa pembayaran cicilan uang muka diperpanjang dari 24 bulan hingga 36 bulan menjadi 48 bulan.

“Jadi sisa pembayaran 80 persen hingga 90 persen dibayarkan setelah bangunan selesai atau pembayaran DP selesai,” katanya.

Darsono menambahkan harga yang ditawarkan sekarang untuk kondominium belum dinaikkan yakni masih sama dengan harga di awal tahun 2020.

Sumber : ekonomi.bisnis.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here