ekonomi kreatif
https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640/v1505301286/pmcdwn1iteikqn24mm0g.png

Produser Starvision, Chand Parwez melayangkan protes. Sebab, ada film yang diputar di Meikarta Drive in Cinema tanpa izin.

Menanggapi itu, Head Marcomm Meikarta, Andika Surya Pratama menjelaskan, layanan drive thru sendiri baru beroperasi hari ini. Dia bilang, beberapa hari lalu merupakan tahapan uji coba sehingga ditampilkan cuplikan film, siaran olah raga dan informasi terkait penangkalan Corona.

“Khusus tentang drive thru di area parkir Distrik 1 Meikarta, baru resmi beroperasi hari ini, hari-hari lalu masih tahapan trial. Itu sebabnya cuma ditayang cuplikan-ciplikan film, siaran olahraga, informasi tentang tangkal COVID-19 dan lain-lain. Yang kesemuanya disuguhkan ke pengunjung sambil menunggu pesanan makanannya,” katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga : Covid-19, Laba MD Picture (FILM) Turun Lebih Dari 75%

Lanjutnya, pengunjung yang masuk area parkir tidak dipungut biaya atau dikomersilkan. Sementara, mengenai adanya protes, saat ini dalam proses klarifikasi.

“Mengenai adanya komplain dari salah satu produser, hal itu juga sedang dalam proses klarifikasi dari pihak accoustic. Jika sudah ada hasilnya, pasti akan disampaikan,” ungkapnya.

Parwez sendiri bersama-sama perusahaan film lainnya menyatakan akan melakukan tindakan hukum. Dia menyatakan punya bukti-bukti tersebut.

“Kami sudah ada bukti berupa rekaman video dan mereka juga mengiklankan film-film yang akan tayang, di antaranya ada Susah Sinyal. Kami akan melakukan teguran, somasi, dan kalau tidak ditanggapi, kami akan menempuh jalur hukum,” jelasnya.

Sumber : finance.detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here