Manfaatkan Limbah Kain, Raup Omset Rp 10 Juta Per Bulan

0
341

MALANG KOTA – Bagi sebagian pelaku bisnis konveksi, kain perca kerap dianggap sebagai bagian dari limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Namun di tangan Komunitas Pelangi Nusantara (Pelanusa) ini, kain perca bisa diubah menjadi barang dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Komunitas yang memiliki 50 anggota dari kalangan ibu-ibu rumah tangga ini bisa menghasilkan berbagai produk dari bahan baku kain perca. Seperti sarung bantal, tas, pouch, bed cover, alas lantai dan tempat tisu.

“Awalnya dulu kami dari (Kecamatan) Singosari, lalu ilmunya dibawa ke Kota Malang sejak 2009 lalu,” terang Marketing Officer Komunitas Pelanusa, Ratna Handayani. Range harga yang dibandrol mereka beragam. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta. Untuk pouch misalnya, bandrol harganya hanya Rp 50 ribu.

Sedangkan bed cover, karena besar, tebal dan butuh pengerjaan lebih lama, harganya bisa sampai satu jutaan. “Omzet kami sekitar Rp 10 juta perbulan. Itu berasal dari semua penjualan jenis produk,” tambahnya. Jika dibagi untuk penghasilan ibu-ibu yang menjadi anggota komunitas, tial orang bisa mendapat rata-rata Rp 2 -Rp 3 juta per bulan.

“Tapi khusus ibu-ibu yang benar-benar aktif ya, bukan yang malas-malasan dan tidak sesuai target,” imbuh Ratna.
Selain kemampuan menjahit, ibu-ibu anggota Pelanusa juga dituntut memiliki kreatifitas. Terutama dalam hal memadupadankan warna perca dengan kain pendamping. “Biasanya kami menggelar pelatihan atau sekedar sharing, sebulan dua kali di Malang creatif Fusion (MCF),” kata dia.

Sementara dalam hal pemasaran, perempuan yang berusia 40 tahun tersebut menyebut bahwa penjualan via online lah yang paling diandalkan. Sejumlah ajang pameran juga kerap diikuti mereka.”Kalau penjualan di luar jawa sudah banyak, beberapa kali juga sudah kami expor ke Jepang,” pungkasnya. (ida/put)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here