Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa Asia ditutup menguat tipis setelah pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan kasus virus corona. Rencana lockdown juga dilakukan di beberapa negara.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (18/11/2020), indeks Topix Jepang ditutup turun sebesar 0,8 persen. Sedangkan, indeks Korea Selatan terpantau menghijau 0,26 persen. Serta indeks ASX 200 Australia naik 0,51 persen.

baca juga: Kontribusi Ekonomi Digital Indonesia Capai US$44 Miliar, Ini Alasannya!

Selanjutnya, indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong juga terpantau berada di zona hijau. Kenaikan masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,14 persen.

Di sisi lain, Ketua DPR AS meminta Ketua Senat AS untuk melanjutkan pembicaraan terkait stimulus fiskal yang sempat tertunda. Meski demikian, McConnell tetap bersikeras bahwa pihaknya menginginkan stimulus yang terarah.

baca juga: Telkomsel Perluas Ekonomi Digital dengan Investasi ke Gojek

“Setelah sentimen pemilu AS mereda, kini katalis pasar ada di virus corona yang jumlah kasusnya terus mengalami kenaikan. Selain itu, stimulus fiskal juga masih dinanti pelaku pasar baik dari segi jumlah maupun waktunya,” ujar David Kudla, CEO Mainstay Capital Management.

Sementara itu, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan, vaksin rancangan pihaknya telah berhasil melewati sejumlah tolok ukur kunci keselamatan dalam uji klinisnya. Pihaknya pun akan segera meminta persetujuan darurat untuk pembuatan vaksin tersebut.

Sumber: bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here