KUMPARAN.COM – Pemerintah kian gencar menegaskan bahwa Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja alias UU Cipta Kerja membawa dampak positif bagi berbagai sektor.

Upaya tersebut tampak dari virtual conference 13 menteri Kabinet Jokowi yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Mereka juga sekaligus membantah isu-isu yang selama ini dikhawatirkan berbagai kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan optimismenya akan dampak UU Cipta Kerja di sektor investasi. Pengesahan undang-undang tersebut membuat dia kian yakin target investasi di tahun 2020 bisa dikejar.

baca juga: Menteri Koperasi & UKM Sebut Cipta Kerja Beri Dampak Positif Pada UMKM

Untuk investasi di 2020 realisasinya dari target Rp 886 triliun, yang begitu COVID-19 kita revisi Rp 817 triliun. Karena realisasi di semester pertama sudah 49 persen, insyaallah kuartal ketiga sesuai target” ujar Bahlil dalam virtual conference yang digelar Rabu (7/10).

Hal itu kemudian terbukti dengan adanya 153 perusahaan baru yang berniat untuk berinvestasi, hanya dua hari setelah UU itu diketuk DPR.Selain itu, Bahlil juga menolak UU Cipta Kerja tersebut hanya diperuntukkan bagi investor besar. Ia mengeklaim keberadaan beleid tersebut justru akan memudahkan pengusaha kecil seperti UMKM.

“Perintah Presiden jangan hanya urus investasi yang besar-besar, tapi juga investasi UMKM. Terkait UMKM, keliru bahwa ini undang-undang untuk pengusaha besar saja, enggak benar ini,” ujarnya.

Sumber: kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here