properti

RumahCom – Kementerian PUPR terus melakukan pengembangan 10 kawasan starategis pariwisata untuk menjadi Bali Baru. Saat ini ada lima kawasan Bali Baru yang diprioritaskan untuk selesai tahun depan. Diantaranya adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado Bitung-Likupang.

Salah satu program pengembangan proyek infrastruktur pemerintah yaitu 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan mengembangkan 10 Bali Baru. Dari program 10 Bali Baru ini ditetapkan lagi lima KSPN dengan status prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado Bitung-Likupang.

Kemenpar Garap Empat Destinasi Wisata dari 10 Bali Baru

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dukungan pengembangan infrastruktur lima KSPN prioritas ini akan diselesaikan pada tahun 2021. Hingga pertengahan bulan November 2020, lima KSPN prioritas progresnya telah mencapai 57,85 persen.

“Untuk anggaran yang terserap telah mencapai Rp2,64 triliun dari total anggaran Rp3,81 triliun atau telah terserap mencapai 69,36 persen untuk lima KSPN prioritas ini. Konsep proyek Bali Baru ini bukan hanya untuk wisata tapi juga pemerataan pembangunan, pemerataan perekonomian, hingga untuk mendorong kesejahtaraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sampai di Mana Progres Pengembangan 10 Bali Baru? - Ekonomi Bisnis.com

Untuk perinciannnya, pembangunan KSPN di Danau Toba senilai Rp1,25 triliun sudah terserap Rp934 miliar atau 74 persen. KSPN Borobudur terserap Rp718 miliar atau 72 persen dari anggaran Rp991 miliar. Selanjutnya KSPN Mandalika telah terealisasi Rp226 miliar atau 65 persen dari nilai anggaran Rp347 miliar.

KSPN Labuan Bajo total anggarannya Rp863 miliar dan telah terserap RP519 miliar atau 60 persen. Sementara KSPN Likupang-Manado-Bitung serapan anggarannya mencapai Rp244 miliar dari total anggaran Rp357 miliar atau terserap 68 persen.

Pengembangan kawasan wisata ini juga akan berimbas hal lainnya. Misalnya pembangunan  infrastruktur di KSPN Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, dilakukan juga pembangunan jalan lingkar Samosir, pelebaran alur Tano Ponggol, penataan kawasan tepi Danau Toba, dan peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program bedah rumah untuk pondok wisata (homestay).

Sumber: rumah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here