properti

KATADATA.CO.ID – Investasi properti dan real estate di Asia-Pasifik diperkirakan naik 15% hingga 20% pada 2021. Properti sektor logistik diperkirakan lebih diminati dan diprediksi menjadi pendorong pertumbuhan permintaan dibandingkan kawasan perkantoran.

Permintaan properti logistik muncul di tengah derasnya permintaan dari peretail bahan makanan, layanan kesehatan, dan e-commerce. Menurut konsultan real estate, JLL. Investor mengejar imbal hasil di tengah suku bunga rendah.

baca juga: Sektor Properti Berperan Besar Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021

Investasi penyewaan properti hunian multi-keluarga, perumahan siswa (asrama atau kos-kosan), co-living dan perawatan, juga akan meningkat pada 2021. Kepala Eksekutif  Pasar Modal Asia-Pasifik JLL, Stuart Crow mengatakan pemulihan sektor usaha pada akhir tahun ini dan diprediksi berlanjut pada 2021. Alhasil, investor kembali meningkatkan eksposur ke real estate Asia-Pasifik.

“Untuk jangka panjang, prospek investasi tetap positif mengingat ekspektasi suku bunga rendah berkelanjutan dan pencarian imbal hasil,” kata Crow dikutip dari South China Morning Post, Senin (28/12). 

baca juga: Investor Properti Bidang Perkantoran Tetap Gigit Jari Walau Vaksin Covid Mulai Beredar

Di Asia-Pasifik, sektor logistik tetap tangguh meski dihantam pandemi global. Pada semester pertama 2020, ketika volume transaksi properti keseluruhan turun 32%. Sementara sektor logistik hanya turun 6%, menurut data JLL.

Sumber: katadata.co.id

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here