bisnis
https://www.trenasia.com/wp-content/uploads/2020/06/Rumah-Murah.jpg

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) ditargetkan dapat menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 75.000 unit pada 2021. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto menuturkan, target tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Inilah yang nanti pada tahun depan bahu-membahu untuk menangani perumahan di Indonesia, target utamanya masih PNS,” ujarnya dilansir dari Antara, Jumat (18/9).

Ia menambahkan BP Tapera bakal mulai aktif pada 2021 mendatang, melengkapi program perumahan yang sudah ada sebelumnya. Lebih lanjut, Eko Djoeli menyampaikan, pada tahun depan, fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masih ada.

“Itu masih dikawal dan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP),” ujarnya.

Ia mengemukakan jumlah unit dalam anggaran FLPP mencapai Rp 16,6 triliun untuk pembiayaan sebanyak 157.500 unit. Di luar program FLPP, terdapat program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) yang juga masih berjalan dengan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.

“BP2BT itu program yang ada di Kementerian PUPR untuk melayani 39.996 unit, dengan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun,” paparnya.

Baca Juga : Halim Sanjaya Group Raih Penghargaan Bidang Properti di Tengah Pandemi Covid-19

Program subsidi bantuan uang muka (SBUM) juga masih ada, dengan anggaran senilai Rp 630 miliar untuk 157.500 unit. “Ini diberikan kepada semua penerima manfaat dari FLPP,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko Djoeli juga menyampaikan, arah kebijakan sektor perumahan pada 2020-2024 sebagaimana diamanatkan dalam rencana strategis (renstra) dan RPJMN yakni meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan sebesar 70 persen pada 2024. “Kondisi Indonesia tahun 2019 ini aksesnya 56,75 persen, tahun 2024 diharapkan 70 persen akan bisa tercapai,” ucapnya.

Untuk mencapai target itu, lanjut dia, pihaknya akan menyasar sekitar 11 juta rumah tangga. Dari jumlah itu, sebanyak 7,8 rumah tangga eksisting dan sebanyak 3,2 juta rumah tangga baru.

“Memang PR-nya sangat besar, kita berharap Tapera menjadi salah satu tumpuan,” katanya.

Sumber : jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here