Empat Strategi Auto 2000 Pertahankan Penjualan Avanza

2
616

MALANG KOTA – Dari data Auto 2000 HR Muhammad Surabaya, Toyota masih menjadi ranking pertama pilihan warga Jawa Timur dengan market share 26,6 persen. Sementara ranking kedua ada merk Honda dengan prosentase 19,4 persen. Sedangkan posisi ketiga ada Daihatsu dengan prosentase market 17,1 persen. Posisi selanjutnya ada Mitsubishi market share mencapai angka 15,4 persen.

Penjualan mobil Toyota Avanza pun masih nomor satu di Jawa Timur. Hadirnya produk baru Mitsubishi, yakni X-Pander, yang sama-sama berada di segmen low MPV sempat menyamai rekor penjualan Avanza. Dari data Auto 2000, Mitsubishi di tahun 2018 berhasil menjual 6.845 unit. Growth year on year nya mencapai angka 8,3 persen.

Beranjak dari data itu, Auto2000 pun menyiapkan sejumlah strategi untuk menanggulangi turunnya penjualan Avanza. Kepala Cabang Auto2000 HR Muhammad Surabaya, Hasan, menyebut ada 4 strategi yang akan dipakai untuk menggenjot penjualan. Strategi itu dimulai saat peluncuran New Avanza dan New Veloz akhir 2018 lalu. Strategi pertama, Auto2000 memberikan kemudahan buat konsumen untuk memiliki Avanza dengan program trade-in atau tukar tambah.

Ada keuntungan lain yang bisa didapat dari program itu, yaitu Avanza yang lama dinaikkan harganya hingga Rp 5 juta. ”Kami berusaha agar customer mau trade in dengan New Avanza dengan memberikan berbagai kemudahan,” papar pria yang juga pernah menjadi koordinator Kepala Cabang Auto2000 di Jatim tersebut. Selain itu, customer juga diberikan kemudahan untuk angsurannya.

”Jadi Avanza lawas diganti dengan New Avanza, tapi dengan angsuran yang sama, hanya saja tenornya diperpanjang, setahun atau dua tahun,” sambung Hasan. Strategi ketiga adalah Auto 2000 menggandeng leasing. Jika di tahun-tahun sebelumnya DP minimal adalah 20 persen, khusus untuk New Avanza diberi kemudahan dengan DP hanya 15 persen saja. Bahkan tenor pilihannya bisa hingga 5 tahun.

Strategi terakhir, Auto 2000 menyiapkan sistem Balloon Payment. ”Jadi sistem ini menawarkan pembayaran secara kredit dengan cicilan sesuai kemampuan customer (cenderung rendah dengan tenor tertentu). Lalu kekurangannya di lunasi di akhir tenor,” paparnya. (ida/put)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here