ekonomi kreatif

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Suku bunga acuan yang lebih kecil dinilai dapat berdampak positif bagi sektor pariwisata.

Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Wisata (ASITA) 71 Kalimantan Timur (Kaltim) I Gusti Bagus Putra menyebutkan bahwa penurunan tersebut memberikan gairah tersendiri.

baca juga: Wisata Gunung Bromo Tambah Kuota Wisatawan Sebanyak 50 Persen dari Total Kapasitas

“Dari segi pelaku usaha, memang dana hibah tidak tersentuh, tapi dari segi investasi hotel dan perhotelan yang besar, kami melihatnya positif,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

Gairah tersebut tentu menimbulkan potensi. Dimana, harga-harga perhotelan serta travel dinilai akan semakin bersaing.

Selanjutnya, Putra menambahkan dampak lain yang akan terasa adalah sektor destinasi wisata. Beberapa objek wisata tujuan dipastikan akan meraup keuntungan.

baca juga: Polemik Bus Damri di Sektor Pariwisata Kota Malang

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah menahan 4 kali suku bunga acuan di angka 4 persen periode Juli-Oktober. Bahkan sebelumnya, BI menetapkan suku bunga acuan sebesar 5 persen di awal tahun 2020.

Keputusan BI tersebut dilakukan dengan pertimbangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kendati demikian, penurunan suku bunga acuan diharapkan bisa menjadi support system untuk pertumbuhan ekonomi.

Sumber: bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here