Ramadhan dan lebaran tahun ini menjadi tahun yang terburuk bagi para pemilik gerai fashion.(youtube)

Ramadan dan Lebaran menjadi momen yang paling dinanti para pelaku usaha ritel. Sebab, penjualan selalu mencatatkan kinerja terbaiknya. Tetapi, tidak kali ini. Persebaran virus Covid‒19 merenggut daya beli masyarakat. Penjualan lesu.

Koordinator Wilayah Timur I Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) April Wahyu Widati mengatakan bahwa realisasi penjualan tahun ini jauh dari ekspektasi. Biasanya, penjualan tumbuh 15‒17 persen pada Ramadan dan Lebaran.

Baca juga : Dampak Pandemi Covid-19 Survive Ekonomi Dengan 5 Point Penting Dalam Perusahaan

Tahun ini penjualan justru turun. Realisasi penjualan di hipermarket dan supermarket turun 27 persen. Department store yang produk utamanya adalah fashion turun sampai 95 persen.

Namun, saat ini masyarakat lebih banyak membeli bahan pokok seperti minyak goreng, beras, mi instan, frozen food, sayuran, dan produk kesehatan. “Work from home (WFH) dan school from home (SFH) memengaruhi konsumsi rumah tangga,” tuturnya.

Selain bahan pokok, produk lain yang penjualannya meningkat adalah bumbu. Produk kesehatan juga naik sampai 200 persen.

Sebab, masyarakat ingin melindungi diri mereka dari virus. Mereka lantas rajin mengonsumsi vitamin C, vitamin E, dan produk penguat imunitas yang lain.

“(Penjualan) Disinfektan atau produk sanitasi lingkungan juga naik,” ungkapnya.

Produk lain yang juga terpaksa didiskon adalah fashion. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para peritel fashion.

Sejak awal pandemi, masyarakat tidak lagi berminat membeli busana. Aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat kinerja peritel fashion semakin lesu. Secara dalam jaringan (daring), transaksi ritel meningkat. Supermarket, misalnya. Permintaan terus meningkat sejak penjarakan fisik berlaku. Naiknya bisa mencapai 50‒75 persen dari penjualan rata-rata.

Executive Vice President of Consumer Electronic Category Blibli Wisnu Iskandar menuturkan bahwa tren pertumbuhan belanja daring berkaitan dengan perubahan perilaku konsumen. “Maka, kami berkomitmen menjaga keamanan data,” ucapnya.

Selain transaksi untuk produk makanan dan kebersihan, Blibli mencatat pertumbuhan berbagai kategori lainnya. Antara lain, komputer & laptop, peralatan elektronik, home & living, dan handphone & tablet.

Sumber : jawapos.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here