pasar & umkm
2 Pasar di Bantul Ditutup Setelah 3 Pedagang Positif Covid-19 (Bisnis Jateng)

Protokol kesehatan di pasar tradisional di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperketat. Langkah tersebut diambil Pemerintah Kabupaten Bantul menyusul adanya tiga pedagang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona baru penyebab Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta di Bantul, Senin (13/7/2020), membenarkan ada dua pasar rakyat di Bantul yaitu Pasar Sungapan Sedayu dan Pasar Sorobayan Sanden yang ditutup sementara.

“Iya, (dua pasar) sudah buka lagi. Mulai 13 Juli kita pengetatan protokol kesehatan, jadi SOP (standar operasional prosedur) di sektor perdagangan yang utamanya untuk pedagang pasar ini kita perketat mulai hari ini,” kata Sukrisna kepada Antara.

Baca juga : Seluruh Sektor Usaha Mengalami Penurunan di Kuartal II/2020

Menurut Sukrisna, dengan pengetatan protokol kesehatan itu, semua pedagang yang beraktivitas di pasar diwajibkan mematuhi SOP berdagang seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dengan pembeli, harus cuci tangan dengan sabun baik sebelum dan sesudah berjualan.

“Seandainya ada (pedagang) yang tidak memakai masker, ya kami suruh pulang, kita harus tegas jangan sampai yang sakit menulari yang lain, harus kita ketati seperti itu,” kata Sukrisna.

Pengetatan penerapan protokol kesehatan sesuai SOP cegah COVID-19 juga berlaku bagi para pembeli atau pengunjung pasar tradisional, agar pencegahan penyebaran virus corona bisa efektif.

“Pembeli itu sama perlakuannya dengan pedagang, jadi pembeli yang masuk tetap wajib pakai masker kemudian cuci tangan baik sebelum dia beli maupun setelah dia membeli atau keluar dari pasar, itu hukumnya wajib, tidak ada tawar menawar lagi,” kata Sukrisna.

Sukrisna menambahkan, sebelum kegiatan transaksi di dua pasar tradisional itu dibuka kembali, selama tiga hari penutupan sementara telah dilakukan penyemprotan disinfektan ke lingkungan pasar.

“Penyemprotan tidak hanya dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), namun dari PMI dan dari kita mandiri juga nyemprot, jadi ada tiga instansi, dan kemarin kita minta bantuan ke BPBD dan itu sudah dilaksanakan penyemprotan-penyemprotan,” kata Sukrisna.

Sumber : semarang.bisnis.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here