https://tedas.id/wp-content/uploads/2020/02/11.-perusahaan-terbesar-di-indonesia-3.jpg

Setidaknya sebanyak 143 perusahaan dikabarkan akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan mereka berasal dari Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, Jepang, dan Tiongkok.

“Data dari BKPM terdapat 143 perusahaan yang memiliki rencana relokasi investasi ke Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang,” katanya dalam acara HSBC Economic Forum di Jakarta, Rabu (16/9).

Airlangga menyatakan, adanya rencana relokasi itu menandakan pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak bisa terpusat di satu negara. “Kini banyak perusahaan multinasional yang mulai relokasi dari Tiongkok ke negara Asia lain terutama ASEAN,” ujarnya dikutip dari Antara.

Airlangga mengatakan hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi Tiongkok sebagai tujuan investasi dari hubungan rantai pasok baru di pasar global. Meski demikian, ia menyadari bahwa risiko ketidakpastian pada tahun ini masih sangat tinggi. Sehingga, ekonomi Indonesia menghadapi tantangan baik eksternal dan internal.

Baca Juga : Halim Sanjaya Group Raih Penghargaan Bidang Properti di Tengah Pandemi Covid-19

Tekanan dari sisi eksternal merupakan ketidakpastian global yang berakar pada pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan perekonomian global diprediksikan masih buruk. Sementara dari sisi internal merupakan tekanan yang terjadi sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia yaitu kontraksi ekonomi kuartal-II sebesar 5,32 persen.

Oleh sebab itu, Airlangga memastikan saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan dalam rangka mengatasi tekanan eksternal dan internal tersebut. Ia menjelaskan langkah dan kebijakan yang sedang diupayakan pemerintah di antaranya adalah segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR sehingga investasi dapat meningkat.

Daftar Prioritas

Kemudian, menyusun daftar prioritas investasi yang tidak hanya dengan pendekatan picking the winners. Akan tetapi, mencakup pula bidang-usaha yang akan diberikan fasilitas baik perpajakan maupun non-perpajakan.

“Keyakinan bahwa ekonomi Indonesia melalui kebijakan konkrit dan tepat akan dapat mengatasi tantangan yang sedang dihadapi pada 2020. Bersama kita harapkan ke depannya ekonomi Indonesia semakin kuat dan sukses,” pungkasnya.

Sumber : jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here