ekonomi kreatif

Liputan6.com, Jakarta – Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Gede Pangrango telah mengumumkan akan membuka kembali jalur pendakian pada Jumat, 5 Maret 2021. Itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi mereka, baru-baru ini.

Dijelaskan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan prakiraan cuaca yang diterbitkan Stasiun Meteorologi BMKGK Citeko Bogor terkait cuaca di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Juga, hasil pemantauan lapangan petugas TNGGP.

Sebagai catatan tambahan, pihaknya mengimbau untuk tetap mematuhi SOP pendakian dan tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung. “Juga, jadilah pendaki yang cerdas,” sambung mereka.

Sebelumnya, penutupan jalur pendakian dilakukan pihak TNGGP hingga 28 Februari 2021. Di pengumuman saat itu, BBTN Gunung Gede Pangrango menyebut bahwa bila sampai tanggal 1 Maret prakiraan cuaca buruk tetap diterbitkan Stasiun Meteorologi BMKGK Citeko Bogor, pembukaan jalur pendakian akan tetap ditunda.

Batas waktunya, yakni sampai dinilai aman untuk kembali melakukan pendakian. Mengingat, cuaca ekstrem di sekitar TNGGP sempat berlangsung selama Februari 2021. Penutupan itu juga dilaksanakan untuk pemulihan ekosistem di sepanjang jalur pendakian.

Mengutamakan keselamatan pendaki, pihak BBTN Gunung Gede Pangrango telah beberapa kali menutup jalur pendakian akibat cuaca ekstrem. Sebelum ini, penutupan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango telah berlangsung pada 28 Desember 2020–31 Januari 2021.

Wisata Alam di Bogor

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak tawaran destinasi alam di kawasan Bogor, Jawa Barat. Selama masa krisis kesehatan global, opsi wisata alam memang telah jadi lebih populer, mengingat banyak orang menghindari berada terlalu lama di satu ruangan.

Sejumlah wisata air terjun di wilayah ini juga tak jarang jadi incaran para pelancong, kendati dilakukan dengan serba terbatas, mengingat harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Sejak beberapa bulan lalu, tawaran dari berbagai agen perjalanan untuktrekking di wilayah Bogor telah menjamur.

Pergi dalam grup kecil dan memilih waktu tak ramai telah lumrah terlihat sejak pembatasan wilayah dilonggarkan pada pertengahan tahun 2020. Tren wisata outdoor ini bahkan sudah menyusup ke dalam penjelajahan kuliner. di mana lebih banyak orang memilih pergi kafe bernuansa alam dengan konsep ruang terbuka.

Sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here